Mengapa Perlu Adanya Audit Teknologi
Sistem Informasi ??
Tujuan
Audit Teknologi SI
- Pengamanan aset
Aset informasi suatu perusahaan seperti perangkat
keras (hardware), perangkat lunak (software), sumber daya manusia, dan data
harus dijaga dengan sistem pengendalian intern yang baik agar tidak ada
penyalahgunaan aset perusahaan.
- Efektifitas sistem
Efektifitas sistem informasi perusahaan memiliki
peranan penting dalam proses pengmbilan keputusan. Suatu sistem informasi dapat
dikatakan efektif bila sistem informasi tersebut sudah dirancang dengan benar
(doing the right thing), telah sesuai dengan kebutuhan user. Informasi yang
dibutuhkan oleh para manajer dapat dipenuhi dengan baik.
- Efisiensi sistem
Efisiensi menjadi sangat penting ketika sumber daya
kapasitasnya terbatas. Jika cara kerja dari sistem aplikasi komputer menurun
maka pihak manajemen harus mengevaluasi apakah efisiensi sistem masih memadai
atau harus menambah sumber daya, karena suatu sistem dapat dikatakan efisien
jika sistem informasi dapat memnuhi kebutuhan user dengan sumber daya informasi
yang minimal. Cara kerja sistem benar (doing thing right).
- Ketersediaan (Availability)
Berhubungan dengan ketersediaan dukungan/layanan
teknologi informasi (TI). TI hendaknya dapat mendukung secara kontinyu terhadap
proses bisnis kegiatan perusahaan. Makin sering terjadi gangguan (system down)
maka berarti tingkat ketersediaan sistem rendah.
- Kerahasiaaan (Confidentiality)
Fokusnya ialah pada proteksi terhadap informasi dan
supaya terlindungi dari akses dari pihak yang idak berwenang.
- Kehandalan (Realibility)
Berhubungan dengan kesesuaian dan kekuratan bagi
manajemen dalam pengolahan organisasi, pelaporan dan pertanggungjawaban.
- Menjaga integritas data
Integritas data (data integrity) adalah salah satu
konsep dasar sistem informasi. Data memiliki atribut-atribut seperti kelengkapan
kebenaran dan keakuratan.
Perlunya
kontrol dan audit
Faktor-faktor yang mendorong pentingnya kontrol dan
audit SI adalah antara lain untuk :
· Mendeteksi
agar komputer tidak dikelola secara kurang terarah
· Mendeteksi
resiko pengambilan keputusan yang salah akibat informasi hasil proses sistem
komputerisasi salah/lambat/tidak lengkap
· Menjaga
aset perusahaan karena nilai hardware, software dan dan personil lazimnya
tinggi
· Mendeteksi
resiko error komputer
· Mendeteksi
resiko penyalahgunaan komputer (fraud)
· Menjaga
kerahasiaan
· Meningkatkan
pengendalian evolusi penggunaan komputer
Secara
umum, ada lima tujuan dalam pelaksanaan audit TI, yaitu:
- Memberikan rekomendasi terhadap
temuan yang muncul pada proses audit
Namanya juga audit, tindakan ini melakukan
pemeriksaan atas arsip pembukuan perusahaan. Bisa saja ada temuan yang
sebelumnya tidak disadari. Audit TI merekomendasikan temuan ini untuk segera
ditindaklanjuti.
- Rekomendasi mengenai tindakan yang
dikerjakan
Selain temuan, ada pula rekomendasi tentang tindakan
yang bisa ditempuh. Hal ini bisa menghemat waktu sebab tindak lanjut yang
diambil bisa segera dilakukan tanpa harus memikirkan ulang cara penanganannya.
- Mengawasi pelaksanaan rekomendasi
Setelah memberikan rekomendasi, audit TI bisa berlaku
juga sebagai pengawas. Hal ini untuk memastikan bahwa tindakan yang diambil
bisa berjalan secara presisi dan tidak menimbulkan masalah baru.
- Memberikan jaminan kepada manajemen
tentang kondisi yang ada pada organisasi
Audit yang baik akan memberikan preseden yang baik
pula terhadap perusahaan. Hasil ini juga bisa memberi gambaran umum kepada
manajemen tentang kondisi organisasinya.
- Melakukan penilaian
Setelah melakukan serangkaian proses audit, akan
diketahui bagaimana kinerja yang telah dilakukan oleh perusahaan. Proses ini
juga bisa menunjukkan penilaian sehingga bisa terlihat tingkat efektivitas dan
efisiensi yang dijalankan oleh tiap bagian.
Setelah
mengetahui tujuan umum, berikut ini adalah langkah-langkah dalam audit TI:
1)
Identifikasi dan dokumentasi
Layaknya audit umum, identifikasi dan dukumentasi
adalah keharusan. Hal ini bisa dilakukan dengan menjalankan survei maupun
observasi ke lapangan sehingga audit bisa lebih objektif dan akurat.
2)
Tes subtantif
Tes substansi merupakan tes yang dijalankan untuk
mengetahui “isi” secara lebih mendalam. Dalam tes ini ada dua tipe yang bisa
dijalankan: signifikan alias ditelusur secara lebih mendalam; atau terbatas.
3)
Evaluasi
Setelah melakukan tes substantif, audit TI bisa
menjalankan evaluasi berdasarkan hasil temuan. Di tahap ini kembali dicek
apakah kinerja perusahaan efektif atau tidak. Kalau efektif berarti memenuhi
syarat untuk dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Namun kalau tidak efektif,
lakukan lagi tes substantif.
4)
Penilaian Mutu/ Kesimpulan
Di langkah terakhir ini akan terlihat apakah mutunya
terjamin atau tidak. Jelas audit TI bukanlah tindakan yang bisa dilakukan
secara asal dan instan. Ketelitian auditor menjadi ujung tombaknya. Selain itu
tentu saja, tujuan dan langkah-langkah tersebut harus dilakukan secara
konsekuen.
Komentar
Posting Komentar