Pengertian
Audit Teknologi Sistem Informasi
Audit Teknologi Informasi adalah sebuah kontrol
manajemen dalam sebuah teknologi informasi (TI) yang digunakan untuk menjaga
data, integritas data dan beroperasi secara efektif untuk mencapai sebuah
tujuan dalam sebuah manajemen organisasi. Audit TI pada umumnya disebut sebagai
“Pengolahan Data Otomatis (ADP) Audit”.
Tujuan
Audit Teknologi Sistem Informasi
Tujuan Audit Teknologi Informasi adalah untuk
mengevaluasi desain pengendalian internal sistem dan efektivitas. Tidak
terbatas pada pada efisiensi dan keamanan protokol, proses pengembangan, dan
tata kelola TI. Instalasi kontrol sangat diperlukan, tetapi perlu adanya
keamanan protokol yang memadai agar tidak ada pelanggaran keamanan. Dalam
lingkungan Sistem Informasi (SI), audit adalah pemeriksaan sistem informasi,
input, output, dan pengolahan.
Fungsi
Audit Teknologi Sistem Informasi
Fungsi utama audit TI ini adalah mengevaluasi sistem
untuk menjaga keamanan data organisasi. Audit TI bertujuan untuk mengevaluasi
dan menilai resiko untuk menjaga aset berharga dan menetapkan metode untuk
meminimalkan resiko tersebut.
Sejarah
Audit Teknologi Sistem Informasi
Konsep audit IT dibentuk pada pertengahan 1960-an.
Pada saatu itu, audit IT telah mengalami banyak perubahan dan penggabungan dari
teknologi yang lainnya. Saat ini, opini tentang audit IT terus meningkat,
karena peran audit IT yang sangat besar. Salah satunya mengaudit sistem penting
untuk mendukung audit keuangan atau mendukung peraturan khusus, semisal SOX.
Menurut
Pendapat Ahli
Menurut Goodman and Lawles, ada tiga pendekatan yang
sistematis untuk melakukan audit TI, yaitu :
- Teknologi proses inovasi audit,
menentukan sebuah resiko dalam membangun proyek-proyek baik baru maupun
lama. Audit akan menilai seberapa besar pengalaman perusahaan dalam
memasarkan produk dan menilai teknologi yang dipakai oleh perusahaan.
- Perbandingan Audit inovatif,
Kemampuan analisis tentang inovatis perusahaan yang di-audit, dibandingkan
dengan pesaingnya. Hal ini melakukan pemeriksaan pada fasilitas penelitian
dan pengembangan perusahaan.
- Audit teknologi posisi, audit ini
melakukan pemeriksaan tentang teknologi bisnis yang perlu dibenahi.
Bagian
Spektrum dari Audit Teknologi Sistem Informasi
Pada
umumnya audit TI terdiri dari lima spektrum, yaitu :
- Sistem dan Aplikasi, untuk
memverifikasi bahwa sistem dan aplikasi yang tepat dan cepat untuk untuk
memastikan data valid, terpercaya dan aman dalam meng-input lalu output.
Audit pada jenis ini membantu fokus auditor keuangan.
- Informasi dan Fasilitas Pengolahan,
memverifikasi fasilitas pengolahan untuk memastikan pengolahan yang tepat
dan cepat dalam kondisi normal berpotensi tertekan.
- Pengembangan Sistem, untuk
memverifikasi bahwa sistem dalam keadaan sedang dikembangkan untuk
memenuhi tujuan organisasi dan memenuhi syarat perkembangan sistem.
- Manajemen TI dan Enterprise
Architecture, untuk memverifikasi sistem dalam keadaan telah berkembang
dan dalam lingkungan yang terkendali dan efisien untuk pengolahan
informasi.
- Client / Server, Telekomunikasi,
Intranet, dan Ekstranet, memverifikasi telekomunikasi antara klien dan
server telah terhubungkan.
Langkah-langkah
melakukan Audit
Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan Audit
Teknologi Informasi.
- Melakukan perencanaan audit
- Mempelajari aset-aset teknologi
informasi yang ada di organisasi dan Mengevaluasi Kontrol
- Melakukan pengujian dan evaluasi
kontrol
- Melakukan pelaporan
- Mengikuti perkembangan evaluasi
pelaporan
- Membuat Dokumen Laporan
Prinsip-prinsip audit ialah, ketepatan waktu, Proses
dan pemrograman akan terus menerus diperiksa untuk mengurangi resiko, kesalahan
dan kelemahan, tetapi masih sejalan dengan analisis kekuatan dan fungsional
dengan aplikasi serupa. Sumber Keterbukaan, Membutuhkan referensi tentang audit
program yang telah dienskripsi, seperti penanganan open source. Elaborateness,
Proses Audit harus berorientasi ke standar minimum. Kebutuhan pengetahuan
khusus di satu sisi untuk dapat membaca kode pemrograman tentang prosedur yang
telah di enskripsi. Komitmen seseorang sebagai auditor adalah kualitas, skala
dan efektivitas. Konteks Keuangan, transparansi berkelanjutan membutuhan
klarifikasi apakah perangkat lunak telah dikembangkan secara komersial dan
didanai. Referensi Ilmiah Perspektif Belajar, setiap audit harus menjelaskan
temuan secara rinci. Seorang auditor berperan sebagai mentor, dan auditor
dianggap sebagai bagian dari PDCA = Plan-Do-Check-Act). Sastra-Inklusi, Seorang
pembaca tidak boleh hanya mengandalkan hasil dari satu review, tetapi juga
menilai menurut loop dari sistem manajemen. Maka dalam manajemen membutuhkan
reviewer untuk menganalisa masalah lebih lanjut. Pencantuman buku petunjuk dan
dokumentasi, langkah selanjutnya adalah melakukan hal tersebut, baik secara
manual dan dokumentasi teknis. Mengidentifikasi referensi untuk inovasi,
Aplikasi yang memungkinkan pesan offline dan kontak online, sehingga
membutuhkan lebih dari 2 fungsi dalam satu aplikasi.
Saat ini telah dikenalkan audit baru yang bergantung
pada organisasi yang akan di-audit. Audit tersebut akan mempengaruhi TI dan
melakukan fungsi dan kontrol tepat pada tempatnya. Kehadiran perusahaan IT akan
meningkatkan peran kehadiran web audit ke IT / IS audit. Tujuan dari audit ini
adalah mengambil langkah seperti :
- Mengendalikan penggunaan alat yang
tidak sah ( seperti, bayangan IT)
- Meminimalkan kerusakan reputasi
- Menjaga kepatuhan terhadap peraturan
- Mencegah kebocoran informasi
- Memitigasi resiko pihak ketiga
- Meminimalkan resiko tat kelola
- Enterprise Komunikasi Audit
Munculnya jaringan VOIP dan isu seperti BYOD yang
menyebabkan mis-konfigurasi, penipuan komunikasi atau stabilitas sistem
berkurang. Bank dan lembaga keuangan lainnya biasanya menyiapkan kebijakan yang
akan diberlakukan pada sistem informasi mereka. Tugas audit adalah menempatkan
sistem komunikasi sesuai pada tempatnya, seperti ;
o
Mematuhi kebijakan
o
Mengikuti kebijakan yang dirancang dan
disetujui
o
Menjaga peraturan
o
Meminimalkan penipuan
o
Meminimalkan resiko tata kelola
Audit jenis ini juga dapat disebut audit suara,
karena audit jenis ini memiliki infrastruktur komunikasi dari berorientasi data
dan data dependent. Salah satu masalah utama audit ini adalah kurangnya standar
industri yang ditetapkan oleh pemerintah sehingga audit ini dianggap sebagai
standar internal organisasi daripada audit berstandar industri.
Komentar
Posting Komentar